Spiga




smanepaKITA juga bisa diakses melalui alamat www.smanepakita.co.cc

smanepaKITA juga bisa diakses melalui alamat www.smanepakita.co.cc


Iseng-Iseng Berkaitan dengan Pemadaman Listrik di Komperta ^-^

Hummmmmmzzzzzzz...cerita ini ada di bulbo fs-kuw siy.
Tapi biar lebih merakyat, dibikin ajah deh di blog.

Semoga ajah si Gerry berkenan....
Abiz kaya'nya dia lagi kehabisan ide buat ngisi blog.

N aku juga kehabisan ide yang agak waras buat blog ini.
Jadinya...ini ajah deh...hohohoho....

Jreng jreng jreng!!!

Berita terkini dari komperta Plaju:

Pemadaman listrik di komperta plaju memasuki hari ke-4. Keadaan pada hari ini masih sama seperti kemarin yaitu LISTRIK PADAM!

Pemadaman listrik ini memberikan dampak yang sangat signifikan kepada seluruh penghuni komperta plaju.

Berikut cuplikan wawancara oleh rekan kami Aki Umar terhadap salah seorang penghuni komperta.

Aki: "Bu, Ibu, tunggu sebentar, Bu!" (sambil mencegat seorang ibu)

Ibu: "??? Ini ada apa ini ada apa tho opo tho, Mas?"

Aki: "Saya ingin mewawancarai Ibu mengenai kejadian pemadaman listrik di komperta, Bu. Bagaimana pendapat Ibu mengenai kejadian ini?"

Ibu: "Woalah... Menyusahkan banget lho, Mas. Opo-opo mati. Lampu mati. Kulkas mati. AC mati. Untung saya ga ikutan mati."

Aki: "Hooo...trus dampaknya kepada Ibu gimana tuh?"

Ibu: "Dampaknya jelas tho, Mas. Saya jadi makin singset. Gara-gara AC-nya mati, saya jadi keringetan terus. Lumayan deh buat diet saya."

Aki: "Lho, jadi Ibu ga merasa rugi karena pemadaman listrik ini?

Ibu: "Lho...buat apa rugi tho? AC-nya mati jadi orang pada kepanasan semua. Jadinya saya untung donk. Saya kan jualan es, Mas. Pasti bakal laku."

Aki: "Eh, Ibu jualan es ya? Wah, boleh minta satu, Bu? Kebetulan nih, saya haus."

Ibu: "Iya...iya...sebentar..."(mengambil es dari wadah plastik)

Ibu: "Lhooo...koq...esnya ga beku? Ooo iyyaaa... kulkasnya mati tho, Mas? Esnya ga beku donk. Wah, klo gitu saya rugi, Mas. Rugi. Rugi. Rugi!!!!"

Aki: "Lhaa...koq baru sadar sekarang tho, Bu?"

0 komentar:

Ajijay

Scene 1: Disaster in Wednesday Morning "Minggir! Kasih jalan!" teriak lelaki berseragam putih abu-abu sambil tergopoh-gopoh berlari. Derap kakinya riuh menyusuri koridor sekolah yang dipenuhi siswa. "Awas! Lumpur panas!" raungnya untuk memecah kerumunan siswa. Serentak para siswa menghindar dari jalur pelariannya sambil mengumpat. Bahkan ada yang sampai terjatuh dan tak hentinya mengeluarkan sumpah serapah. "Awww!" pekik siswi-siswi yang tak sengaja (atau sengaja) disenggolnya. Namun dia hanya meminta maaf sekilas tanpa menghentikan langkahnya, tak menghiraukan barang-barang mereka yang jatuh..

selengkapnya.....

Google Search